Selasa, 15 Desember 2015

Duta Peduli Autis Di Sekolah SMP ISLAM ASSAADATUL ABADIYAH dalam Penerapan Mata Kuliah Character Building bersama Teach For Indonesia


Kelas                      : LI01
Dosen                     : KETUT BUDIASA
Kode Dosen               : D2849
Waktu                    : Senin,26-10-2015
Pukul                      : 09:00 - 09:30
Lokasi                    : SMP ISLAM ASSAADATUL ABADIYAH  Jl. Tg. Duren Utara, Grogol Petamburan
Jumlah siswa/peserta    : 30
Hadir :
Ketua                    : Eric
Anggota               :
1. Michael Liando
2. Novraldy Xaverius Lihawa
3. Keron
4. Anthony Aurelius
5. Micahel Joshua
6. Stepahnus Feriko
Anggota tidak hadir : -
Foto:

Antusias Siswa untuk bertanya 

 Antusias siswa-siswi saat sosialisasi
 Siswa - Siswi kelas berdiskusi tentang 
pertanyaan yang kami ajukan
Siswa -- siswi sedang mendengarkan

Form Evaluasi Minggu Pertama



Isi
Dikelas Minggu pertama di sekolah kedua, kami mengajarkan sama seperti sekolah sebelmnya mengenai membangun hubungan yang baik antara sesama manusia, terutama dengan orang – orang penyandang Autis ,kami menekankan bahwa Autis bukan lah sebuah penyakit , mereka hanya mengalami keterbelakangan mental, dan mereka tetap manusia sama seperti kita ,apapun latar belakangnya mereka tetap orang – orang yang kita bisa ajak berteman bukannya di kucilkan.
Persiapan yang dilakukan hampir sama dengan sekolah pertama,karena kami menggunakan slide presentasi yang sama dan survey yang bersamaan dengan sekolah pertama, dimulai dari survey ke sekolah yang kemudian mengatur janji dengan kepala sekolah untuk kami memberitahukan maksud dan tujuan kami melakukan sosialisasi ini, lalu kami menyusun jadwal bersama pihak sekolah, menyusun presentasi yang nantinya akan dipresentasikan pada anak-anak disekolah. Adapun latihan dalam persiapan presentasi sehingga nantinya kami dapat memberikan yang terbaik, untuk koordinasi waktu kami menyepakati bersama akan waktu kunjungan sosialisasi kami. Pembelajaran dikelas yang kami terapkan adalah melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati dengan seluruh kemampuan kami.

Kami langsung masuk ke kelas yang dipersiapkan oleh kepala sekolah dimana kelas tersebut berada di lantai satu dan kelas yang diberikan oleh kepala sekolah adalah kelas 7 karena menurut Wakil Kepala Sekolah SMP ISLAM ASSAADATUL ABADIYAH lebih baik di sosialisasikan ke anak – anak yang masih dini, saat kami masuk dimana kelas tersebut telah didesain sedemikian rupa sehingga murid-murid dapat memahami apa yang kami sosialisasikan dengan baik,dan juga terdapat proyektor di setiap kelas,namun sayangnya tidak bisa kami pakai dikarenakan adanya kesalahan teknis. 

Menurut kelompok kami ada beberapa hal yang perlu dijadikan pembelajaran disaat kegiatan sosialisasi kali ini. Beberapa hal seperti inisiatif antar satu sama lain untuk menciptakan lingkungan sosialisasi yang nyaman dimana tetap menjaga kondisi kelas tetap kondusif. Anggota yang dapat dijadikan panutan kali ini adalah Stephanus,dia melakukan yang terbaik lewat penyampaian presentasinya yang luar biasa.
Kami semua tetap belajar untuk siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan kritis dari murid-murid peserta sosialisasi, karena peserta anak SMP yang masih dini dimana rasa ingin tahunya tinggi sehingga mereka terus melontarkan pertanyaan – pertanyaan yang bervariasi.

Hasil kegiatan : Dari pengamatan kami murid-murid dikelas pertama ini kami melihat bahwa siswa – siswa merasa jika mereka sadar sudah melakukan hal yang kurang baik,dimana seharusnya mereka tetap harus menghargai orang autis ,karena bukan sebuah bahan ejekan atau orang yang harus dikucilkan namun adalah orang-orang yang harus diajak berteman.
Kinerja yang telah dilakukan berdasarkan survey dari guru yang mengawasi sudah baik, cara penyampaian, materi serta kerjasama dalam presentasi dinilai sangat baik oleh guru yang menemani kami.
Saran untuk sekolah dari beberapa kelompok kami adalah jangan hanya bergantung kepada kami untuk mensosialisasikan lingkungan sosial ini,namun sekolah juga mau berpartisipasi untuk meningkatkan pengajaran tentang lingkungan sosial ini disekolah mereka sendiri.

Kesimpulan dari yang kami lakukan adalah bahwa masih banyak siswa – siswa kelas 7 sama seperti sekolah sebelumnya yang tidak sadar autis itu bukan lah bahan ejekan,karena mereka pada awalnya menganggap autis itu adalah orang – orang yang gila,dan sejenisnya.Tetapi setelah sosialisasi ini kami yakin mereka sudah sadar bahwa orang Autis itu bukan lah orang – orang seperti itu, namun orang – orang yang harus kita ajak berteman juga, bukannya di kucilkan karena kita itu sama –sama Manusia Ciptaan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar