Kelas : LI01
Dosen : KETUT BUDIASA
Kode Dosen : D2849
Waktu : Selasa,19-10-2015
Pukul : 15:00 - 15:30
Lokasi : SMP ISLAM AL ISRA Jl. Tg. Duren Raya, Grogol Petamburan
Jumlah siswa/peserta : 25
Hadir :
Ketua : Eric
Anggota :
1. Michael Liando
2. Novraldy Xaverius Lihawa
3. Keron
4. Anthony Aurelius
5. Micahel Joshua
6. Stepahnus Feriko
Anggota tidak hadir : -
Foto:
Foto Bersama Pertemuan terakhir
Siswa - siswi sedang mendengarkan
Siswa - Siswa Terlihat antusias
Isi
Dikelas minggu ke 2 ini kami mendapatkan kelas 8 smp, kami mengajarkan mengenai membangun hubungan yang baik antara sesama manusia, terutama dengan orang – orang penyandang Autis ,kami menekankan bahwa Autis bukan lah sebuah penyakit , mereka hanya mengalami keterbelakangan mental, dan mereka tetap manusia sama seperti kita ,apapun latar belakangnya mereka tetap orang – orang yang kita bisa ajak berteman bukannya di kucilkan, sama seperti yang disampaikan ke kelas 7 minggu sebelumnya.
Persiapan yang dilakukan dalam kegiatan sosialisasi minggu ke 2 ini tidak terlalu banyak. Karena kami menggunakan kembali materi sebelumnya yang disampaikan minggu lalu di kelas 7,maka kami hanya kembali mereview apa yang akan di sampaikan.Sama seperti minggu lalu,pembelajaran dikelas yang kami terapkan adalah melakukan segala sesuatu dengan sepenuh hati dengan seluruh kemampuan kami.
Kami langsung masuk ke kelas yang dipersiapkan oleh kepala sekolah dimana kelas tersebut berada di lantai dua dan kelas yang diberikan oleh kepala sekolah adalah kelas 8 karena kelas lain sedang ada guru yang mengajar dan sedang ada materi yang dibahas,jadi beliau memberikan kelas yang kosong kepada kami, saat kami masuk dimana kelas tersebut telah didesain sedemikian rupa sehingga murid-murid dapat memahami apa yang kami sosialisasikan dengan baik. Dengan metode seperti ini murid-murid dapat dengan mudah memahami, serta mereka tidak terganggu dengan apa yang ada disekitar mereka, karena terkadang banya murid-murid yang masih ngobrol sendiri,tidak memperhatikan bahkan mengerjakan hal-hal lain.
Menurut kelompok kami ada beberapa hal yang perlu dijadikan pembelajaran disaat kegiatan sosialisasi ini. Beberapa hal seperti inisiatif antar satu sama lain untuk menciptakan lingkungan sosialisasi yang nyaman serta dilihat oleh murid-murid suatu hal yang baik. Anggota yang dapat dijadikan panutan adalah Keron, dia mencoba untung menenangkan murid - murid karena murid - murid sibuk sendiri dan kadang ngobrol sendiri dan tidak mau memperhatikan.Dan kembali Stephanus adalah anggota yang semangat dalam kegiatan sosialisasi ini,dia menyampaikan dengan sangat baik,dan oenuh semangat.
Sama seperti minggu lalu kami semua belajar untuk siap menghadapi pertanyaan-pertanyaan kritis dari murid-murid peserta sosialisasi,kami sudah mempersiapkan semuanya dengan baik,sehingga ketika ada siswa yang ingin menanyakan sesuatu kami bisa menjawabnya dengan baik.
Hasil kegiatan : Dari pengamatan kami murid-murid dikelas 8 ini kami melihat bahwa siswa – siswa merasa juga jika mereka sadar sudah melakukan hal yang kurang baik,mereka mengaku sering mengejek teman autis,diharapkan setelah sosialisasi yang disampaikan mereka sadar dan tidak menggunakan kata autis sebagai bahan ejekan lagi.
Kinerja yang telah dilakukan berdasarkan survey dari guru yang mengawasi sudah baik, cara penyampaian, materi serta kerjasama dalam presentasi dinilai sangat baik oleh guru yang menemani kami.
Saran untuk sekolah dari beberapa kelompok kami setelah 2 minggu ini adalah meningkatkan pengajaran dan pembentukan karakter sehingga dari masa muda mereka telah dibentuk untuk membangun suatu charcacter yang baik dalam diri mereka.Dan mengijinkan mahasiswa - mahasiswa lain pada kesempatan lainnya ,untuk kembali mensosialisasikan hal - hal yang penting.
Kesimpulan dari yang kami lakukan adalah bahwa masih banyak siswa – siswa yang tidak sadar autis itu bukan lah bahan ejekan di kelas 7 maupun di kelas 8,karena mereka pada awalnya menganggap autis itu adalah orang – orang yang gila,dan sejenisnya.Tetapi setelah sosialisasi ini kami yakin mereka sudah sadar bahwa orang Autis itu bukan lah orang – orang seperti itu, namun orang – orang yang harus kita ajak berteman juga, bukannya di kucilkan karena kita itu sama –sama Manusia Ciptaan Tuhan.











